Minyak Ratna Manggali

Minyak Ratna Manggali, Rahasia Kecantikan Gadis Jawa Dan Bali Yang Mampu Memikat Dan Menawan Mata Para Perkasa


Sekilas Tentang Sejarah Minyak Ratna Manggali

Minyak Ratna Manggali

Sejauh ini, sejarah dan legenda memang tidak pernah bisa terlepas dari pandangan masyarakat, tidak terkecuali tentang Calon Arang. Seorang janda dari Desa Girah Bali yang memiliki satu anak gadis berusia 25 tahun, yang bernama Dyah Ratna Manggali. Sejenak kita flashback ke belakang. Dyah Ratna manggali merupakan anak perempuan satu-satunya Calon Arang yang saat itu berusia 25 tahun. Parasnya sangat cantik, attitude dan sikapnya pun sangat baik, Memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi, suka menolong masyarakat sekitar yang kesusahan atau sedang kesulitan.

Sangat berbeda dengan tabiat ibunya, Calon Arang, yang memilii kesaktian sangat tinggi dan ilmu peng-leak-an. Namun paras cantik dan kebaikan Dyah Ratna Manggali tidak mampu membuat pemuda sekitar kediri dan Bali jatuh hati padanya. Lantaran menyeruak kabar burung bahwa Ratna Manggali pun memiliki ilmu peng-Leak-an yang diwarisi dari ibunya.


Kontak Diva Aura 082242102999


Sebagai seorang ibu, Calon Arang tentu murka mendengar pernyataan warga dan pemuda sekitar, hingga ia mengirimkan teluh atau santet berupa gerubug yang bisa dengan cepat menyebabkan hilangnya nyawa warga sekitar. Melihat kekejaman yang dilakukan oleh ibunya, Dyah Ratna manggali pun iba namun ia tak mampu mencegah kemurkaan ibunya. Ia hanya bisa berdoa memohon kepada Sang pemilik Alam agar Senantiasa segera mendapatkan pertolongan.

Tak lama, Dyah Ratna manggali pun dikabulkan oleh sang pemilik alam. Mendengar pengakuan warga dan para punggawa kerajaan tentang gerubug wabah penyakit kiriman calon Arang, maka Raja Airlangga selaku raja Kediri pun murka pada Calon Arang. Hingga pertempuranpun tak terelakkan lagi, kerajaan kediri melawan Calon arang beserta pengikutnya.

Peperangan pertamapun kerajaan kediri menuai kekalahan dengan gugurnya ki patih madri. Kekalahan pasukan Kediri menyebabkan pasukan leak Calonarang bergembira. Mereka semua tertawa ngakak yang suaranya nyaring dan keras membelah angkasa. Suaranya mengalun, melengking memenuhi angkasa dan berpantulan di antara bukit-bukit. Sehingga terasa mengerikan sekali suasananya pada malam hari tersebut. Mereka semua menari-nari di angkasa, berwujud bola-bola api saling berkejar-kejaran merayakan kemenangannya.

Diceritakan mengenai perjalanan sisa-sisa pasukan Kediri yang kalah perang. Pada pagi hari mereka telah sampai di Istana Kediri. Segera mereka menghadap Sang Prabu dan melaporkan segala sesuatunya. Demikian pula dengan Sang Prabu yang telah menunggu semalaman dengan harap-harap cemas.

Salah seorang dari pasukan Kediri menghaturkan sembah kehadapan Sang Prabu “mohon ampun Paduka, hamba permaklumkan bahwa murid-murid Calonarang benar-benar teguh atau kuat. Pasukan Kediri tidak mampu mengalahkannya dan Ki Patih Madri gugur dalam peperangan dan banyak pasukan yang tewas. Hamba gagal dalam mengemban tugas yang Paduka titahkan. Atas kegagalan tersebut, hamba mohon ampun, dan siap menjalankan hukuman”. Demikian permakluman prajurit Kediri kehadapan Sang Prabu.

Raja Airlangga yang bijaksana kemudian bersabda “Wahai prajuri Kediri yang gagah berani beserta semua pasukan, kalah menang dalam peperangan sudah menjadi hukumnya. Yang penting sekarang adalah aku minta engkau agar tidak surut kesetiaanmu terhadap Kediri. Teruskanlah kesetiaanmu terhadap Istana, terhadap Kerajaan Kediri. Janganlah berputus asa, karena masih ada waktu dan masih ada cara lain untuk menumpas Calonarang beserta dengan antek-anteknya. Gempur kembali Calonarang. Sang Prabu melanjutkan wejangannya. “Harus kalian ingat mengenai Swadharmaning ring payudhan atau kewajiban dalam pertempuran. Dalam Shanti Parwa disebutkan bahwa apabila mati dalam peperangan, maka darah yang mengalir muncrat akan menghapus segala dosamu. Dan Sang Jiwa atau Sang Atma akan menuju Indraloka. Itulah yang hendaknya diingat dan dijadikan pedoman. Semuanya itu adalah merupakan sebuah pengorbanan yang suci atau yadnya yang digolongkan yadnya utama”. Demikian Sang Prabu memberikan wejangan kepada Prajurit Kediri yang hampir putus asa karena kalah perang.

Mendengar wejangan tersebut, para pasukan Kediri merasakan hidup kembali dan bersemangat. Bagaikan diberikan kekuatan bebayon atau kekuatan tenanga dalam, sehingga semangat pasukan tumbuh kembali. Prajurit kemudian berkata “baiklah tuanku, sangat senang hamba mendegar wejangan tersebut. Sekarang hamba sadar dan yakin akan diri. Hamba akan membela mati-matian dan menyabung nyawa menghadapi Calonarang beserta dengan murid-muridnya”. Pernyataan Prajurit tersebut dibarengi oleh seluruh pasukan, dan disambut hangat oleh Raja Airlangga. “Baiklah kalau begitu, Aku sebagai Raja Kediri sangat menghargai kesetiaamu

Dengan Kalahnya Pasukan kediri pada perang pertama tersebut, akhirnya Raja Airlangga pun menempuh jalan belakang, yaitu dengan memerintahkan Mpu Bahula untuk segera meminang Dyah Ratna Mangali, agar dia bisa menyusup kedalam pura milik Calon Arang dan bisa melihat rahasia kesaktian calon arang. Pernikahan antara Dyah Ratna Manggali dan Mpu Bahula pun disambut mriah oleh warna Kediri dan bali. Dyah Ratna Manggali pun terlihat sangat cantik dan bahagia dengan pernikahan yang didambakannnya.

Hingga akhirnya, Mpu Bahula berhasil mendapatkan lontar calon arang yang berisi rahasia kesaktian calon arang. Inilah kesempatan Kerajaan Airlangga untuk memusnahkan Calon Arang beserta pengikutnya. Kisahpun berakhir setelah kematian Calon Arang.

Lalu, apakah Dyah Ratna Manggali dendam pada suami dan mertuanya serta Raja Airlangga karena telah membunuh ibunya? Tidak. Pendendam sama sekali bukan sifat yang dimiliki oleh Dyah Ratna Manggali, karena aura positifnya selalu terjaga, sehingga ia tidak ingin merusak atau menodai aura positif yang selama ini dimilikinya.

Rahasia Aura Kecantikan Dyah Ratna Manggali

Minyak Ratna ManggaliMeskipun Mpu bahula hanya ditugaskan sebagai utusan kerajaan untuk mempersunting dyah Ratna Manggali, namun pada Akhirnya Mpu Bahula sangat meyayangi bahkan takluk pada Dyah Ratna Manggali. Apapun yang diinginkan Dyah Ratna Manggali selalu diturui oleh suaminya, Mpu Bahula.

Dari kisah selayang pandang diatas banyak yang belum tahu dari mana kecantikan paripurna dan kesempurnaan sosok yang anggun dari Ratna Manggali. Dyah Ratna Manggali memiliki resep kecantikan yang sampai saat ini masih digunakan oleh gadis-gadis bali, sehingga mampu memikat para turis asing yang beribur di Bali. Tak jarang para gadis bali dipersunting oleh wisatawan mancanegara.

Bukan rahasia lagi Jika gadis Jawa Dan Bali dijadikan Icon kecantikan wanita Asia. Karena memang masih banyak diantara mereka yang mewarisi ramuan-ramuan herbal kecantikan yang digunakan oleh Dyah Ratna Manggali pada masa itu.

Ratna Mangali terbiasa mandi dengan mencampurkan minyak kemiri, kemudian bunga seroja, bunga mawar merah, bunga mawar putih dan beberapa rempah-rempah khas jawa dan bali.

Itu adalah resep kecantikan paripurna, awet muda dan kehalusan kulit dari Ratna Manggali yang masih digunakan oleh wanita jawa dan Bali. Dengan bersumber pada acuan tersebut, maka Jeng Irma membuat Minyak Ratna Manggali untuk sarana spiritual dengan harapan, para penggunanya bisa memperoleh manfaat dari Minyak Ratna Manggali Tersebut.

Manfaat Minyak Ratna manggali

Dari beberapa pengauan dan kesaksian nyata klien kami pengguna minyak Ratna Manggali sebelumnya, mereka bercerita bahwa minyak ratna manggali ini memiliki beberapa manfaat yag sangat luar biasa, yaitu sebagai berikut:

  1. Minyak ratna Manggali bisa digunakan sebagai Sarana penjamasan benda pusaka, benda bertuah ataupun mustika pengasihan.
  2. Minyak ratna manggali tidak menimbulkan alergi dikulit yangs ensitif sekalipun, karea terbuat dari bahan-bahan alami dan herbal.
  3. Minyak Ratna Manggali, bisa digunakan sebagai campuran air mandi, khasiatnya agar orang yang menggunakannya menjadi lebih segar, bugar dan bebas bau badan.
  4. Minyak Ratna Manggali secara otomatis mampu membuka aura kecantkan dan pesona seseorang. Maka janganlah anda kaget jika suatu saat anda menjadi pusat perhatian ketika anda berada di tempat umum.
  5. Minyak Ratna manggali bisa digunakan sebagai media atau sarana pemikat.
  6. Minyak Ratna manggali juga bisa anda gunakan sebagai campuran lulur untuk membersihkan badan anda.
  7. Minyak Ratna Manggali bermanfaat untuk meningkatkan energi dari benda spiritual yang anda miliki, jika anda menggunakannya sebagai minyak jamas mustika.
  8. Orang yang menggunakan minyak ratna menggali secara otomatis auranya selalu tenang, selau berpikiran positif, selalu ceria dan senantiasa mendapatkan keberuntungan.

Sebetulnya masih banyak lagi manfaat yang bisa anda rasakan setelah menggunakan minyak ratna mangali. Namun karena terbatasnya waktu, kami tidak bisa menuliskannya lebih panjang lagi. Selain itu kami juga tidak ingin dianggap muluk-muluk dengan sarana atau media yang kami miliki ini.

Namun tetap perlu anda ketahui, bahwa tuah dan energi yang terkandung dalam Minyak ratna Manggali ini adalah semata-mata pemberian Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga untuk masalah hasil, pasrahkanlah kepada-Nya. Kami sangat percaya dan meyakini bahwa niat baik akan senantiasa diijabah oleh Tuhan, Dan Tuhan juga tidak akan menutup mata pada HambaNya yang berusaha dengan sungguh-sungguh.

Mahar minyak ratna mangali Rp. 1.400.000

Klik disini Jika Ingin Memiliki Minyak Ratna Manggali

WhatsApp Konsultasi Gratis!